Perkenalkan namaku Evan, kira kira hampir satu tahun Evan ngekost di
rumah bu Fely, tak sengaja juga aku bisa ngekost di tmuah ibu Fely
dimana awal ceritanya kita bertemu di pasar, saat itu Ibu Fely mendapat
kejadian kecopetan saat Ibu Fely teriak minta tolong aku langsung
mengejar pencopet itu dan bisa menangkap copet tersebut dan
mengembalikan dompetnya.
Setelah kejadian itu aku sedikit bercerita ingin mancari tempat kost
disitulah ibu Fely berbalik baik hati untuk ngekost di tempatnya yaitu
di rumah bedengan. Suatu hari sudah empat bulan aku ngekost di kostnya
dan aku telat bayar kost selama tiga bulan, mungkin juga karena ibu Fely
masih teringat saat aku bantu mengembalikan dompetnya jadi beliau
terlalu baik denganku.
Tapi dalam hatiku Evan tidak enak tapi gimana lagi duitku juga tidak
punya jadi apabila bertemu ibu Fely aku banyak menghindar unutk bertemu
dengannya langsung. Sampai satu hari waktu itu masih sore jam 4.
Evan masih tidur-tiduran dengan malasnya di kamarnya. Tempat kost itu
berupa kamar tidur dan kamar mandi di dalam. Terdengar pintu kamarnya
di ketok tok..tok..tok.. lalu suara bu Fely yang manggil,Van Van ada di
dalem gak?Sontak Evan bangun, wah bisa berabe kalo nanyain duit sewa
kamar nie, pikir Evan.
Dengan cepat meraih handuk, pura-pura lagi mandi aja ah, ntar juga bu
Fely pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi kembali terdengar suara
bu Fely,t Evan lagi tidur ya..?t dan dari kamar mandi Evan menyahut
sedikit teriak,t lagi mandi bu.
Sesaat tidak ada sahutan, tapi kemudian suara bu Fely jadi dekat,tya
udah mandi aja dulu Van, ibu tunggu di sini yat eh ternyata masuk ke
kamar, Evan tadi gak mengunci pintu. sbusyet dah, terpaksa bener-bener
harus mandi nie,tpikir Evan.
Sekitar lima belas menit Evan di kamar mandi, sengaja mandinya agak
dilamain dengan maksud siapa tau bu Fely bosan trus gak jadi nunggu.
Tapi rasanya percuma lama-lama toh bu Fely sepertinya masih menunggu.
Akhirnya keluar juga Evan dari kamar mandi, dengan hanya handuk yang
melilit di pinggang, tidak pakai celana dalem lagi, maklum tadi gak
sempet ambil karena terburu-buru. Bu Fely tersenyum manis melihat Evan
yang salah tingkah,lama juga kamu mandi ya Zackt bu Fely membuka
pembicaraan.
Pasti bersih banget mandinya yat gurau bu Fely sambil sejenak melirik
dada bidang Evan. sah ibu bisa aja biasa aja kok bu.., oia ada apa ya
bu..? jawab Evan sekenanya saja sambil mengambil duduk di pinggiran
tempat tidur.
Bu Fely mendekat dan duduk di samping Evan, sCuma mau ngingetin aja,
uang sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho trus mau ngobrol-ngobrol aja
sama kamu, kan dah lama gak ngobrol, kamu sie pergi mlulutucap bu Fely.
Evan jadi kikuk,twahduh kalo uang sewanya ntar aku bayar cicil boleh
gak bu? Soalnya lagi seret niet jawab Evan dengan sedikit memohon. Bu
Fely terlihat sedikit berpikirtmmmm boleh deh, tapi jangan lama-lama ya
emang uangmu di pakai untuk apa sie? terlihat bu Fely sedikit
menyelidik.
Hmmmm pasti buat cewe mu yatdia terlihat kurang senang. sah nggak
juga kok bu.. saya emang lagi ada keperluan,t jawab Evan hati-hati
melihat raut wajah bu Fely yang kurang senang. shuhlaki-laki sama aja,
kalo lagi ada maunya, apa aja pasti di kasih pada perempuan yang lagi di
dekatinya, hhhh sama aja dengan suamiku.tkeluh bu Fely dengan nada
kesal.
Waduh nampaknya bu Fely lagi marahan nie sama suaminya, jangan-jangan
amarahnya ditumpahkan pula sama Evan. Dengan cepat Evan menjawab,tapi
saya janji kok bu, akan saya lunasi kokshhhhh.bu Fely menghela
nafas,tudahlah Van, gak apa-apa kok, gak di bayar juga kalo buat kamu ga
masalah ibu Cuma lagi kesel aja sama suamiku, dia cuma perhatiannya
sama Marni terus aku seperti gak dianggap lagi, mentang-mentang Marni
jauh lebih muda ya.
“Cerita Sex”
Sedikit penjelasan bahwa bu Fely ini istri pertama dari pak Kardi,
sedangkan istri keduanya bu Marni. Dan sekarang sepertinya pak Kardi
lebih sering tinggal di rumahnya yang satu lagi bersama bu Marni dan bu
Fely tampaknya udah mulai kesepian nie wah kalo masalah keluarga sie aku
kurang paham bu. jawab Evan kikuk gak apa-apa Van, ibu hanya mau
curhat aja sama kamu boleh kan Van?suara bu Fely sendu.
Agak lama terdiam, terdengar tarikan nafas bu Fely terasa berat, dan
sedikit sesunggukan, waduh lama-lama bisa nangis nie, gawat dong pikir
Evan. sudah bu jangan terlalu dipikirkan, nanti juga pak Kardi kembali
lagi kok, kan ibu juga gak kalah cantiknya sama bu Marni,
Evan bermaksud menghibur. sah kamu Van emang ibu masih cantik
menurutmu? bu Fely menatap sendu ke arah Evan, terlihat dua butir air
mata mengalir di pipinya.
Uhh. ingin rasanya Evan menghapus air mata itu, pak Kardi emang
keterlaluan masa wanita cantik nan elok seperti ini dianggurin sie, coba
Evan bisa berbuat sesuatu busyet Evan memaki dalam hati skenapa otak
gwa jadi kotor gini.
Dengan sedikit gugup Evan menjawab,tmmmeeeiya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis mungkin aku yang duluan tergoda.
Uupsss . Maksud hati ingin menghibur, tapi kenapa kata-kata yang
menggoda yang keluar dari mulut gerutu Evan dalam hati. Evan jadi panik,
jangan-jangan bu Fely marah dengan ucapan Evan. Tapi ternyata Evan
salah, karena bu Fely tersenyum, manis sekali dengan deretan gigi yang
putih dan rapi, ih Evan bisa aja menghibur.
Iya juga sie, kalo masih gadis bisa aja tergoda, pantes aja suamiku
gak ngelirik aku lagi, bis nya dah tua siet rona wajah bu Fely berubah
sedih lagi, kalo menurutmu Van, apa ibu emang gak menarik lagi? sambil
berdiri dan memperhatikan tubuhnya kemudian menatap Evan minta
penilaian.
Terang aja Evan makin kikuk, wah aku mau ngomong apa ya bu? Takutnya
nanti di bilang lancang lho tapi kalo mau jujur. Ibu cantik banget,
seperti masih 30an deh. Bu Fely tampaknya senang dengan pujian
itu,thmmm.. kamu ada-ada aja saja ibu udah 43 lho.. emang Evan liat dari
mananya bisa bilang begitu? Evan jadi cengar cengir, itu penilaian
laki-laki lho bu, saya malu bilangin nya.
Bu Fely kembali duduk mendekat, sekarang malah sangat dekat hampir merapat ke Evan sambil berkata, ah.. gak perlu malu.
Bilang ajat Nafas Evan terasa sesak, badan nya terasa panas dingin
menghadapi tatapan bu Fely, matanya indah dengan bulu mata yang lentik,
sesaat kemudian Evan mengalihkan pandangan ke arah tubuh bu Fely mencari
alasan penilaian tadi, uups baru deh Evan memperhatikan bahwa bu Fely
memakai baju terusan seperti daster tapi dengan lengan yang berupa tali
dan diikat simpul di bahunya.
Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat dengan tali baju dan tali bra
yang saling bertumpuk di bahu, pandangan Evan beralih ke bagian depan
uupss terlihat belahan dada yang hmmm sepertinya buah dada itu lumayan
besar.
Sentuhan lembut tangan bu Fely di paha Evan yang masih dibungkus handuk cepat menyadarkan Evan.
Dengan penuh selidik bu Fely bertanya,lho kok jadi bengong sie..? apa
dong alasannya tadi bilang ibu masih 30an Evan sedikit tergagap karena
merasa ketahuan terlalu lama memandangi tubuh bu Fely,mmm eeemm.. ibu
benar-benar masih cantik
Kulitnya masih kencang masih sangat menggodat Tidak ada jawaban dari
mulut bu Fely, hanya pandangan mata yang kini saling beradu, saling
tatap untuk beberapa saat dan seperti ada magnet yang kuat, wajah bu
Fely makin mendekat, dengan bibir yang semakin merekah.
Evan pun seakan terbawa suasana, dan tanpa komando lagi, Evan
menyambut bibir merah bu Fely, desahan nafas mulai terasa berat
hhhhhhhhciuman terus bertambah dahsyat, bu Fely menjulurkan lidahnya
masuk menerobos ke mulut Evan, dan dibalas dengan lilitan lidah Evan
sehingga lidah tersebut berpilin-pilin dan kemudian deru nafas semakin
berat terasa.
Dengan naluri yang alami, tangan Evan merambat naik ke bahu bu Fely,
dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan
dengan lembut Evan meraba bahu bu Fely sampai ke lehernya.
Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut Evan meremas
payudara yang masih terbungkus bra itu. shhhhhhhhht nafas bu Fely mulai
terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak.
Jemari lentik bu Fely tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dada
Evan melingkari pinggang Evan, mencari lipatan handuk, hendak
membukanya Uupps. Evan tersentak dan sadar.,tupshhh maaf bu maaf bu
saya terbawa suasana.
Evan tertunduk tak berani menatap bu Fely sambil merapikan kembali
handuknya, baru kemudian dengan sedikit takut melihat ke arah bu Fely.
Terlihat bu Fely pun agak tersentak, tapi tidak berusaha merapikan
pakaiannya, sehingga tubuh bagian atas yang hanya tertutup bra itu
dibiarkan terbuka.
Pemandangan yang menakjubkan. napa Van kita sudah memulainya dan kamu
sudah membangkitkan kembali gairah ibu yang lama terpendam kamu harus
menyelesaikannya Evan tatapan bu Fely terlihat semakin sendu mmm ibu gak
marah..? gimana nanti kalo ada yang lihat bu bisa gawat dong pak Kardi
juga bisa marah besar but jawab Evan.
Tanpa menjawab bu Fely bangkit berdiri, namun karena tidak merapikan
pakaiannya, otomatis baju terusan yang dipakai jadi melorot jatuh ke
lantai. Evan terpana melihat tubuh indah itu, sedikit berlemak di perut
dan bokongnya namun itu malah menambah seksi lekuk tubuh bu Fely.
Kemudian dengan tenang bu Fely melangkah ke arah pintu kamar dan
menguncinya. Saat berjalan membelakangi Evan itu nampak gerakan bokong
bu Fely naik turun, dan perasaan Evan semakin tegang dengan nafsu yang
semakin tak tertahankan, demikian juga saat bu Fely berbalik dan
melangkah kembali menuju tempat tidur.
“Cerita Sex”
Evan tidak melepaskan sedikit pun gerakan bu Fely. Sampai bu Fely
berdiri dekat di depan Evan dan berkata,tkamarnya udah di kunci Van, dan
gak ada yang akan mengganggu. Evan tidak langsung menjawab,
menghidupkan tape dengan suara yang agak besar, setidaknya untuk
menyamarkan suara yang ada di ruangan.
Bu Fely kembali duduk di pinggiran tempat tidur, dan membuka bra yang
digunakannya. Evan mendekat dan duduk di samping bu Fely hmmm nampak
payudara itu masih montok dan kenyal, ingin Evan langsung melahap dengan
mulut dan menjilatnya.
Bu Fely yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher
Evan, menarik wajah dan langsung melumat bibir Evan dengan nafsu yang
membara. Evan membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni
serangan bibir dan lidah bu Fely, tangan Evan meremas payudara montok
milik bu Fely.
Desahan nafas menderu di seputar ruangan, diselingi alunan musik
menambah gairah. Setelah beberapa saat, bu Fely mendorong lembut badan
Evan, menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu.
Evan mendorong lembut tubuh bu Fely, berbaring terlentang dengan kaki
tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan
gunung kembar itu seakan menantang dengan puting yang telah tegang.
Tanpa menunggu lagi Evan melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung
kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak
puting.
Dengan gemas Evan menyedot dan memainkan puting susu itu sambil
tangan meremas payudara kembarannya HHHH. AHHH.MMMH. suara bu Fely
mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin
menggairahkan. Evan melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah
payudara menuju perut dan sebentar memainkan lidah pada udel bu Fely
yang menggelinjang kegelian.
Evan menghentikan penjelajahan lidah, kemudian dengan cekatan menarik
celana dalam bu Fely, melepaskan dan membuang ke lantai. Dengan spontan
bu Fely mengangkat kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya,
terlihat gundukan vagina dengan rambut-rambut yang tertata rapi.
Evan mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha bu Fely yang
halus mulus, terus mendekat ke selangkangan menemui bibir vagina yang
mulai mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama.
Evan menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan
penjelajahan lidah sepanjang bibir vagina bu Fely dan sesekali
menggetarkan lidah pada klitorisnya yang membuat bu Fely mengerang
kenikmatan, AHHHH. MMMMH HHH Van.UHH desahan birahi yang memuncak dari
bu Fely membuat Evan semakin bersemangat dan sesekali lidah di julurkan
mencoba masuk ke liang senggama yang menanti pemenuhan itu.
Setelah beberapa menit Evan mengeksplorasi liang kewanitaan itu,
nampaknya bu Fely tidak sabar lagi menuntut pemenuhan hasrat birahinya,
Van. Ayo sayang masukkin Van hhhhmmmmh. Suara bu Fely ditingkahi
desahan-desahan yang semakin kencang.
Dengan tenang Evan menyudahi penjelajahan lidah dan bersiap bertempur
yang sesungguhnya. Dengan sekali tarik lepaslah handuk yang melilit di
pinggang dan bebas mengacung penis dengan bagian kepala yang merah
mengkilap.
Bu Fely semakin membuka lebar pahanya, besiap menanti pemenuhan
terhadap liang wanitanya. Evan naik ke tempat tidur dan langsung
mengarahkan batang penis ke arah vagina bu Fely yang dengan sigap
lansung meraih dan meremas batang kemaluan Evan dan membantu
mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.
Dengan sekali dorongan penis Evan amblas sampai setengahnya. Evan
menahan gerakan sebentar menikmati prosesi masuknya penis yang disambut
desahan bu Fely, AHHH.TERUSKAN Van.AHHH.
Kemudian dengan meresapi masuknya penis sampai sedalam-dalamnya.
Setelah dorongan pertama dan batang zakar yang masuk seluruhnya barulah
Evan memompa menaik turunkan pantat dengan irama beraturan seakan
mengikuti irama musik yang terasa semakin menggebu dan hot.
Evan bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan bu Fely mencengkam
punggung Evan, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat
di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan musik
dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh
AH..AH..AH..MMHMHHHHHH. tak hentinya desahan meluncur dari bibir Evan
dan bu Fely. Sesaat Evan menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil
nafas segar, bu Fely memeluk Evan dan menggulingkan badan tanpa melepas
penis yang tetap berada di liang vaginanya.
Dengan posisi di atas dan setengah berjongkok, bu Fely memompa dan menaikturunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan.
Sesekali bu Fely memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang
zakar Evan lebih dalam. Evan tak diam saja, tangan meremas kedua
payudara yang menggantung bebas dan menarik-narik puting susu bu Fely.
Suasana makin membara dengan peluh yang bercucuran, sampai saat bu
Fely seperti tak sanggup melanjutkan pompaan karena birahi yang hendak
mencapai puncak pemenuhan. Dengan sigap Evan membalikkan posisi, bu Fely
kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan Evan
meneruskan pertempuran.
Van ..AHH..AH..AH..UHTERUS Van. AHHHAHH IBU SAMPAI VAN.AHHHHHHHHH MMMMMHHH.
Setelah teriakan tertahan bu Fely mengatup bibirnya menikmati orgasme
yang didapat, tubuhnya sedikit bergetar. Evan merasa vagina yang
mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot zakarnya.
Evan menikmatinya dengan memutar “mutar pantatnya dan memasukkan
lebih dalam lagi batang zakarnya, dan terasa ada dorongan kuat
menyelimuti batang zakarnya, semakin besar dan sesaat Evan kembali
mendorong batangnya dengan cepat dan saat terakhir menarik keluar
batanga zakarnya dan melepaskan air maninya di atas perut bu Fely.
Yang dengan cepat meraih penis Evan dan mengocoknya sampai air mani
itu berhenti muncrat, dengan lembut bu Fely mengusap penis yang mulai
turun ketegangannya. Evan membaringkan tubuhnya disamping bu Fely.
“Cerita Sex”
Terdiam untuk beberapa saat. Bu Fely bangkit duduk meraih kain di
pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya. Kemudian
dengan manja membaringkan tubuhnya diatas Evan. makasih ya sayang ini
rahasia kita berdua I love u Van,t bisik mesra bu Fely di telinga Evan.
mmm baik but belum sempat Evan menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk
bu Fely menempel di bibirnya, kalo lagi berdua gini jangan pangil ibu
dongtucap bu Fely manja. iya sayang. Balas Evan, senyum manis merekah
di bibir seksi bu Fely.
Setelah itu dengan cepat Evan dan bu Fely merapikan pakaian, dan
sebelum meninggalkan Evan, bu Fely berbisik mesra,tsayang tar malem
suamiku gak ada di rumah.. aku tunggu di kamar ya berapa ronde pun
dilakoni buat Evan sayang. Sambil berpelukan mesra, Evan menyanggupi
ajakan bu Fely