Latar belakang keluarga saya adalah dari keluarga menengah, dimana
saya sebagai anak bungsu dan saya mempunyai seorang tante yaitu istri
dari paman saya nama tante rina atau biasa saya panggil dengan tante
Susi umurnya sekitar 37 tahun tetapi memiliki body yang sangat bagus
sintal padat berisi putih mulus dengan bibir yang sexy.
Yang paling aku suka pantatnya yang bulat dan padat dengan payudara
36a yang meski agak turun dikit tetapi bodynya masih aduhai maklum dia
aktif di sebuah sanggar aerobic sebagai instruktur pada saat suatu siang
kebetulan rumah sedang kosong karena ortu saya memilki usaha di sebuah
tempat perniagaan di kota Surabaya.
Tante Susi sering sekali maen kerumah saya karena kebetulan rumahnya
sebelah dari rumah saya biasa dia minta bumbu masak atau hanya sekedar
ngobrol2 dengan mama dan pada saat itu dia datang kerumah dengan memakai
t-shir u can see dan celana pendek motif kembang2 yang kebetulan lagi
kosong karena kita tidak memiliki pembantu saat itu.
Tante Susi datang dengan membawa sebuah dvd yang ternyata itu adalah
sebuah dvd game milik anaknya yang masih berusia 9 thn dan mungkin
karena permainannya terlalau sulit dan menggunakan bahasa jepang maka
dia berniat untuk bertanya kepada saya bagaimana memainkan game
tersebut.
Saya mulai memasukkan dvd tsb kedalam ps saya dan yang terpampang
hanyalah tulisan2 jepang yang tidak saya mengerti lalu saya usut-punya
usut ternyata dia beli dari tc sebuah tempat grosir dvd game illegal di
sby(sejak uu ttg HAKI semua pedangan jualan secara illegal) dan sesaat
aku hanya mencoba2 dengan memencet tombol2 yang ada di stick dan
mengacak menu2 yang ada dan akhirnya muncul sebuah permainan seperti
suit batu,kertas,gunting dan aku coba2 dan selanjutnya
Yang membuat terkejut kita berdua muncullah sesosok wanita jepang
yang sedang bugil sambil bermain dengan payudaranya dan sekitar 2 mnt
dan saya lanjutkan dengan menu2 berikutnya. Dan tante Susi mulai
memperhatikan celana saya yang menonjol lalu dia bertanya kamu konak
ya??? Ahh ngakk kok biasa aja.
Lalu secara reflek tante Susi menyentuh nya lhoo..iya gini kok Lalu
saya mencoba untuk menipis tangannya tetapi malah menekannya mungkin
karena gugup Lalu untuk menutupi rasa malu saya balik bertanya tante
juga kan???
Dia menjawab kalau aku bukan karena clips tadi tapi karena sentuh
****** kamu Lho emangnya tante ngak pernah dapet dari om t Udah lama
ngak karena tante selalu tidur jadi satu ama anak2
Trus waktu itu tv saya matikan lalu kita ngobrol2 disofa ruang tamu
Entah dari mana akhirnya sampai aku Tanya œtante Susi kalau cewek
terangsang itu tandanya giman??(sebenarnya aku udah mengetahuinya)sambil
memegang payudaranya yang sintal itu dia menjawabdisini lo sambil agak
diangkat sedikit.
Secara reflek aku langsung memegang dan meremas payudaranya dan dia
kaget dan marah bercampur malu segera aku melepas tanganku œmaaf deh
tante ngak apa-apa kok namanya juga laki-laki normal emang kamu belum
pernah gituan ama cewek? belum tante paling-paling cium pipi aja karena
mantan aku semua alim
Sambil berdiri dia bertanya kamu mau jon Aku tidak bisa menjawab dan
langsung tangan tante mengandeng aku untuk menuju kamar aku sendiri
kunci semua pintu dulu ya Lalu aku bergegas mengunci semua pintu dan
mulailah adegan yang tak terpikirkan olehku terjadi tante Susi Sambil
terus tertawa kecil tanteku ikut naik ke ranjangku dan memelukku dari
belakang dan menciumku sambil berbisik,
“Nggak apa apa jon.”. Jantungku deg-deg, apalagi ketika dengan lembut
tanteku membelai rambutku terus tubuhku sambil berbisi, “Ehh, jangan
malu, kamu senang ya sini tante ajariin kamu untuk jadi dewasa”.
Mulanya aku ragu, takut kalau tanteku hanya memancing reaksiku saja,
tetapi ketika rabaannya turun ke arah selangkanganku aku jadi berubah
senang. Kuberanikan diri untuk menolehnya dan kudapati wajah tanteku
yang tersenyum manis sekali dan matanya yang agak sayu membuat hatiku
berbunga bunga.
Kontolku yang tadinya sudah mengecil itu mendadak meregang lagi dan
mendesak celanaku. Tanteku kemudian menciumi wajahku dengan kasih
sayang, tangannya mulai meraba lagi bagian sensitifku dari bagian luar
celanaku,
Aku yakin tanteku bisa merasakan penisku yang meregang dan keras itu,
elusan tanteku terasa kurang nikmat, aku berpikir seandainya tanteku
memegang langsung burungku, tentu lebih nikmat. Belum habis aku
berpikir,
Tiba-tiba saja Tante Susi memelorotkan celana pendekku sampai
terlepas, sehingga burungku yang sudah tegang itu bebas mengacung
diudara terbuka. Dengan kelima jarinya tanteku menggenggam burungku dan
meremasnya pelan.
Aku merasa gatal dan geli serta nikmat yang tak kumengerti tapi
membuat aku merasa seperti melayang dan menggeliat serta merintih pelan.
Dengan memandang tajam mataku, remasan jari lentik Tante Murni di
burungku menjadi semakin cepat bahkan juga dikocoknya naik turun
kadang-kadang juga dielusnya buah pelirku.
Aku semakin meringis merasakan kenikmatan ini, secara naluriah aku
berusaha merangkul tanteku agar rasa geli itu makin terasa nikmat. Aku
juga berusaha menempelkan wajahku ke wajah Tante Susi yang kulihat juga
merah padam dan bibirnya gemetar,
Nafas Tante Susi semakin memburu dan dia makin merapatkan tubuhnya ke
tubuh kekarku, tanganku diraihnya lalu dituntun ke dadanya yang montok
dan kenyal itu. Tanganku terasa menempel di puting susu Tante Murni yang
terasa keras seperti kelereng itu,
Aku meremasnya dengan agak sulit, karena telapak tanganku yang kecil
itu tak bisa meremas keseluruhan permukaan dada Tante padat besar dan
keras itu Kuperhatikan tanteku saat itu mengenakan t-shit ucan see yang
tipis tanpa mengenakan apa apa lagi dibaliknya.
Merasa kurang puas hanya meremas dari luar, akupun menyelusupkan
tanganku ke lubang tangan t-shirt Tante Susi sehingga tanganku secara
langsung bersentuhan dengan dada yang telah lama aku kangeni itu, hangat
dan licin sekali.
Kalau tadinya tanteku yang asyik meremas-remas kontolku, sekarang
justru aku yang beringas meremas-remas payudara tanteku bahkan tanganku
yang lain juga ikut ikutan meremas payudara Tante Murni yang satunya.
Tante Susi hanya memejamkan matanya rapat rapat sambil menggigit
bibirnya. ingin memanfaatkan seluruh tubuhku untuk menikmati kekenyalan
dada Tante Susi ini. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku
melayang karena baru pertama kali merasakan yang seperti ini.
“Achh.. cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku
memegang vagina Tante Susi yang masih di balut dengan celana pendek dan
CD tapi Tante Susi hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih
melakukan kocokannya.
Sekitar 10 menit kemudian Aku tak mempedulikan apapun sikap Tante
Murni, bagiku kesempatan emas ini harus benar-benar dinikmati dan peduli
dengan tanteku. Tanganku bukan hanya meremas, tetapi juga memelintir
puting susu tanteku yang putih dan keras itu, lucu sekali melihat kedua
tanganku menelinap dan bergerak-gerak di dalam t-shirt ucan see tanteku.
Kurasakan tangan tanteku sudah tak mengocok kontolku, tetapi hanya
kadang kadang saja dia meremasnya dengan keras membuat aku kesakitan.
Dari luar dadanya yang bert-shirt mulutku ikut ikutan menciumi dada
tanteku itu, rasanya bila memungkinkan aku ingin memanfaatkan seluruh
tubuhku untuk menikmati kekenyalan dada Tante Susi ini.
Tak kusadari nafas tanteku makin lama makin memburu, rupanya dia juga sangat menikmati kekasaran tanganku ini.
Tiba-tiba saja Tante Susi mengangkat tshirtdan bh krem bereda
sehingga dadanya tersibak, baru saat itu aku bisa melihat kemontokan
payudara tanteku ini, tanganku hanya dapat menutupi sebagian ujung atas
payudaranya, sedangkan bagian yang lain masih belum tersentuh oleh
remasanku.
Dada yang montok itu dipenuhi oleh barut-barut merah bekas remasanku.
Setelah dadanya terbuka dengan gemetar Tante Susi berbisik, ” jon, isep
pentilnya pelan-pelan ya”.
Tak perlu diperintah dua kali, aku segera melumat puting susu tanteku
dan mengenyotnya sekuatku, Tante Susi mendesis desis dan menekan
kepalaku kuat kuat kedadanya, aku memeluk pinggangnya dan kutindih badan
Tante Susi dengan tubuhku yang telanjang bawah itu. Terasa kontolku
yang kaku itu menghunjam di tubuh putih mulus ala amoy tanteku yang
hanya dilapisi celana dalam itu.
Tanteku makin kencang memeluk tubuhku, bahkan ia menyuruh aku untuk
menjilati juga putingnya. Kulakukan semua itu dengan penuh semangat,
entah apa pengaruh kepatuhanku ini pada Tante Susi, yang jelas aku
sangat menikmatinya, kontolku yang menggeser-geser diperut Tante Murni
terasa sangat mengasikkan.
Mungkin karena sudah tak tahan dengan semua itu, tiba-tiba saja Tante
Susi i juga melepaskan celana dalamnya. Selama ini aku hanya bernafsu
pada buah dadanya saja, aku tak pernah berpikiran lebih dari itu.
Ketika dengan berbisik ia menyuruhku memindahkan ciumanku, aku agak
bingung juga. ” Mas, ayo sekarang ciumi selangkangan tante ya, nanti
punya kamu juga tante ciumi”. Aku menghentikan kesibukanku di dada Tante
Murni dan memandang ke selangkangannya.
Aku takjub sekali melihat selangkangan Tante Susii itu karena ada
rambut keriting yang tumbuh di ujung selangkangannya yang cembung itu,
ini adalah pemandangan yang sama sekali baru bagiku, selama ini aku
hanya pernah melihat selangkangan dalam film bf Namun selangkangan
wanita secara nyata yang berbulu
Ya baru kepunyaan Tante Susi ini!perlahan kedekati dan mulai membelah
bibir memeknya dan bulu2 yang agak lebat dan mulai lidahku menari-nari
disana dalam posisi 69 tiba-tiba aku merasakan sesuatu “Tante sudah dulu
yah aku mau keluar nih” kataku.
“Sudah, keluarnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok” kata
Tante Susi Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut
Tante Susi karena Tante Susi tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya
bisa diam karena merasakan enaknya.
“Hhgg..achh.. Tante aku mau keluar nih bener ” kataku sambil melumat
vagina Tante Susi yang kurasakan berdenyut-denyut. Tante Susiypun
langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras.
“Croott.. ser.. err.. srett..” muncratlah air maniku dalam mulut
Tante Susi, Tante Susipun langsung menyedot dengan keras sambil menelan
maniku namun karena saking gelinya aku tak tahan lagi secara paksa aku
tarik kontolku ternyata udah bersih dan mengkilat dan sehabis minum dan
mengambil tisu tante Susi menghampiri aku yang masih lemas jon pegang
nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap” katanya.
Akupun mulai memegang vagina Tante Susi dengan tangan yang agak gemetar, Tante Susi hanya ketawa kecil.
“jon, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih” kata Tante Susi. Dia mulai memegang penisku lagi,
“jon Tante mau itu nih”.
“Mau apa Tante?”
“Itu tuh”, aku bingung atas permintaan Tante Susi. “Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?”
“Tapi jhony enggak bisa Tante caranya”
“Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah” kata Tante
Susi padaku. Tante Susi pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu
kemudian Tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung
mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.
“Kamu tahu enggak mandi kucing jon” kata Tante Susi. Aku hanya
menggelengkan kepala dan Tante Susi pun langsung menjilati leherku
menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut
sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun
ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.
Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat
karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan
yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa
mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku Kulihat payudara
Tante Susi mengeras,
Tante Susi menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku
dikulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas
payudara Tante Susi Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina Tante
Susi.
Langsung Tante Susi kubaringkan dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Susi seperti menjilati es krim.
“Achh.. uhh.. hhghh.. acch jon enak banget terus jon, yang itu isep
jilatin jon” kata Tante Susi sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di
atas bibir vaginanya. Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak
sekali lendir yang keluar dari vagina Tante Susi tanpa sengaja tertelan
olehku.
“jon masukin donk Tante enggak tahan nih” “Tante gimana caranya?”
Tante Susi pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan
langsung menancapkannya ke dalam vaginanya.
Tante Susi naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan
gerakan maju mundur dan sempat beberapa kali ujung penisku menyentuh
dinding rahim tante Susi Setengah jam kami bergumul dan Tante Susi pun
mengejang hebat.
“jon Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh” erang Tante Susi Akupun
di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada
sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante Susii. Hmm sungguh
pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante Susi mungurut-urut
penisku dan juga menyedotnya.
Kurasakan Tante Susi sudah orgasme dan permainan kami terhenti
sejenak. Tante Susi tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam
vaginanya.
“jon nanti kalau mau keluar kaya tadi langsung aja keluariin dalem
tadikan dimulut udah tante udah steril kok(kb permanent dengan menutup
rahim) ya” pinta Tante Susi padaku. Akupun langsung mengiyakan tanpa
mengetahui maksudnya dan Tante Susi langsung mengocok penisku dengan
vaginanya dengan posisi yang seperti tadi.
“Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg..” kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi.
“Tante johny kayanya mau keluar niih” dan akhirnya muncratlah pejuhku
di liang kewanitaan tante Susiinsesaat setelah kicabut penisku meleleh
sisa pejuhku dari vagina tante Susi dan dengan bergegas dia masuk toilet
membasuh memeknya dan memakai baju sambil menciumku dan pulang dan dvd
tsb udah aku buang karena takut ketahuan ortu aku sampai saat ini hub
kami masih berlanjut dan makin hot demikianlah cerita nyata yang telah
saya alami