Terlalu asyik ada sebagian mereka untuk kembali ke penginapan dan ada
juga yang bercinta dengan pasangannya masing masing, pada malam ke dua
teman temanku melanjutkan dengan mengelilingi di sekitar pantai, singkat
cerita tinggallah aku dan Thalia di penginapan, aku tanya dia “kenapa
kamu tidak ikut keluar”
Thalia menjawab “Kepalaku lagi pusing nih jadi agak malas untuk
keluar. Karena aku sebagai teman kasihan melihat keadaan Thalia seperti
itu jadi aku temenin dia di kamarnya, malam itu aku menonton tv kira
kira pukul 7 malam karena Thalia gerah dia izin mau mandi , aku sih cuek
saja mendengar perkataan itu aku masih asikk nonton tv nya.
Setelah 10 menitan Thalia memanggil aku unutk mengambilkan handuknya
karena lupa tidak terbawa saat masuk ke kamar mandi, ya udah aku bantu
dia katanya suruh bawa masuk handuknya dan tiak terkunci pintu kamar
mandinya aku sedikit kaget mendengar perkataan tersebut, lalu aku masuk
dengan mata sedikit tertutp takutnya entar dikira ngintip atau gimana.
Aku sungguh gugup dan hatiku berdebar dengan perlahan lahan tanganku
yang kanan memberikan handuk kepada Thalia tangan kiriku menutup mataku,
“Ini handuknya Thalia taruh mana”kataku
“bawa sini soalnya tangaku tidak nyampe saya lagi di shower masuk
saja gak apa apa kok “ kata Thalia , mendengar perkataan itu aku
langsung masuk saja.
“Cerita Dewasa ABG Sange”
“saya taruh sini ya handuknya di tempat wastafel , karena jaraknya
wastafel dan shower hanya tertutup oleh tirai tipis jadi seakan akan
siluet tubuh Thalia terkihat jelas, sungguh kagetnya lagi saat
meletakkan handuk tangan Thalia langsung menyentuh tanganku kemudian dia
kelaur dari tirai tipisnya terlihat tubuh telanjang Thalia masih basah
total.
Aku terpesona dengan payu daranya yang besar dan indah itu, kulitnya
yang putih dan mulus tiba tiba penisku langsung tegang dan keras
pemandangan indah pokoknya, tak lama kemudian tangan Thalia memegang
tanganku menyuruh untuk memegang buah dadanya dan merasakan detak
jantungnya.
Dia berkata “ooh, Wolf. Saya sudah tidak tahan lagi.
Usaplah payudaraku ini dan kita main yuk!”.
Sebagai cowok normal, saya pasti ereksi. Lalu pelan-pelan tangan kananku memeras payudaranya yang kanan.
“Yaa, itu Wolf. Nikmat sekali.
Teruskan Wolf!”. Sewaktu tanganku meremas pelan payudaranya, Tangan Thalia dengan ringan membuka kancing-kancing bajuku.
Setelah kancing bajuku terlepas semua, Bibirnya yang ranum dan merah merekah itu pelan-pelan mencium dan menjilati dadaku.
Lidahnya yang panjang itu terasa nikmat sekali di dadaku. Lalu dia
kubalas dengan tangan kananku yang kuarahkan ke pantatnya yang besar dan
bersih dan tangan kiriku memeluknya yang diteruskan dengan ciuman saya
yang hot di bibirnya itu.
Dia mengerang dan menikmatinya, beberapa detik kemudian tangannya
membuka retseleting celanaku dan kemudian memelorotinya. Begitu celana
dalamku dibuka, penisku yang sudah ereksi dari tadi langsung meloncat
keluar.
“Cerita Seks Abg Ngentot” Melihat penisku yang sudah membesar
dan memanjang, dia langsung membungkukkan badannya dan mulutnya itu
dengan pelan mengulum penisku.
Terasa nikmat sekali “Aah.., Thalia.., enak.., terusin!”. Lidahnya
itu dengan leluasa menjilati permukaan penisku dan puncaknya, lidahnya
diarahkan ke pucuk penisku.
Setelah berselang beberapa detik, giginya itu langsung menggigit
penisku dan langsung mengocoknya. Setelah setengah jam kita melakukan
foreplay di kamar mandi, ternyata dia masih belum puas juga.
“Wolf, yuk kita lanjutin di tempat tidur! saya pengin lebih hot lagi”.
“Abg Hot Memek Basah” Dengan perlahan, saya angkat dia dalam
keadaan sama-sama telanjang bulat. Setelah sampai di pinggir tempat
tidur, perlahan-lahan saya taruh badannya di atas tempat tidur. Masih
dalam keadaan membungkuk, saya ciumi bibirnya dan saya jilat payudaranya
yang makin membesar itu.
“Oyaa, terusin Wolf, terusin”, Mendengar omongannya saya jadi semakin
buas menikmati tubuhnya. Saya rebahkan badannya menjadi dalam keadaan
telentang, susunya yang membesar terlihat bagai Gunung Bromo yang
menjulang tinggi.
Payudaranya itu langsung saya serbu dengan jilatan lidahku. Setelah
itu, mulutku diarahkan ke arah selangkangannya. Terlihat bulu vaginanya
lebat bak hutan perawan yang masih belum terjamah.
Dengan asyik, tanganku mengobrak-abrik bulu vaginanya dan terlihatlah
dinding daging tipis alias vaginanya. Langsung saya jilati vaginanya
dengan buas dan Thalia langsung menjerit kenikmatan sambil mengerang dan
berkata
“Terusin Wolf, terusin”. Masukin lidahmu itu ke ‘dompet’ku”.
Anehnya vaginanya yang rata-rata orang bilang vagina cewek itu
biasanya kebanyakan bau tak sedap, tapi vagina Thalia terasa harum dan
nikmat. Baunya yang justru harum itu membuat saya makin terangsang lagi
untuk lebih lama menikmati vaginanya.
Sambil menciumi vaginanya, kedua tanganku juga meraba kedua belah
payudaranya, Thalia hanya mengerang lagi dan memegang kedua tanganku
dengan erat. Setelah setengah jam saya terus begitu, akhirnya Thalia
minta posisinya diganti ke atas.
Saya turuti dech, masa saya terus yang gerilya? Saya langsung pindah
jadi di bawah dan Thalia di atas. Sebelum mulai aksinya, Thalia
pertama-tama meremas sendiri kedua payudaranya dan mimik wajahnya itu
yang membuatku tambah syuur.
Sehabis meremas-remas sendiri kedua payudaranya, dia langsung memulai
aksinya dengan mencium dan menjilati bibirku seraya tangannya
meremas-remas dadaku yang agak bidang dan meraba-raba puting susuku.
Bibirnya
benar-benar fantastik, terasa nikmat dan pokoknya tidak bisa saya
uraikan dengan kata-kata. Puas dengan menciumi dan menjilati bibirku,
perhatiannya mengarah pelan-pelan ke bawah.
Pertama-tama dia menciumi dan menjilati leherku dan kadang-kadang menggigit leherku, serasa benar-benar nikmat.
Sambil menikmati leherku, tangan kanannya berpindah posisi menjadi di
penisku. Dengan enaknya dia mengocok penisku, ke atas.., ke bawah.., ke
atas.. Dan seterusnya. Kocokannya benar-benar membuat mataku merem
melek.
Kemudian setelah menciumi, menjilati dan menggigit leherku, matanya
tertuju ke dadaku. Lidahnya langsung menjilati puting susuku.
Tapi dia cuma sebentar menjilati puting susuku, perhatiannya langsung tertuju ke penisku yang sudah besar dari tadi.
Bibirnya langsung menjilat penisku, terasa nikmat sekali. Lidahnya
itu yang membuatku puas sekali, dengan pelan-pelan lidahnya mnjilati
penisku sambil tangannya yang kecil itu terus mengocoknya.
“Aach Thalia.., Nikmat sekali Ohh”, Selang beberapa menit kemudian, sewaktu dia masih mengocok penisku.
Terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari penisku dan serasa hendak meletus keluar. saya bilangin ke Thalia,
“Awas, saya mau keluar. Tahan dulu kocokanmu
Jangan sampai spermaku keluar saya masih pengin nerusin!!”,
Tapi
dengan cuek dia malah bertambah giat dan keras mengocok penisku sambil
lidahnya menjilati pucuk penisku. Beberapa menit kemudian keluarlah
cairan kenikmatan yang berwarna putih yang disebut sperma.
Dan spermaku mengenai mulutnya dan ada sebagian yang sengaja dijilat
dan ditelan Thalia. Terasa nikmat sekali!, Thalia terus menjilati
sisa-sisa sperma yang keluar dari penisku. Sementara Thalia masih sibuk
dengan penisku, aku istirahat sejenak dalam kenikmatan yang tiada
taranya.
Sewaktu saya masih istirahat, terasa Thalia masih sibuk dengan
penisku. Karena saya kasihan Thalia belum mencapai orgasme, Langsung
saja saya bangun dan meneruskan aksi. Saya suruh Thalia pindah posisi
jadi di bawah, langsung dia turuti.
Sejenak sebelum memasukkan penisku, saya kocok sebentar penisku agar
membesar dan Thalia membantuku dengan ikut mengocoknya. Selang beberapa
detik kemudian penisku langsung berdiri lagi dan langsung saya masukkan
ke vaginanya.
Thalia langsung teriak dan mengerang kenikmatan, “Aacchh”. Tetapi
terasa posisiku kurang nikmat, saya cabut lagi penisku dan saya taruh
bantal di atas pantat Thalia supaya penisku terasa nikmat masuk
divaginanya.
Begitu saya masukin penisku dalam-dalam, terasa vaginanya hangat dan
sudah penuh cairan yang membuat penetrasi penisku terasa nikmat dan
licin. Ini pertanda Thalia sudah mengalami orgasme sebelum saya masukin
penisku.
Penisku, aku tarik pelan-pelan, masukin lagi pelan-pelan dan demikian
seterusnya. Thalia lagi-lagi berteriak kecil dan mengerang. Saya biarin
Thalia berteriak dan mengerang, saya terusin aksiku dengan membuat
variasi seperti menggoyang pinggulku.
Selang 45 menit saya meneruskan aksiku, Thalia pelan-pelan berbisik
“Wolf, saya sudah tidak kuat lagi.., saya sudah pengin keluar.., Cairan
spermaku sudah mau keluar!”.
Ternyata benar juga, beberapa detik kemudian di penisku terasa ada
banyak cairan yang menyelimuti. Saya biarkan penisku di dalam vagina
Thalia selama beberapa menit selama Thalia orgasme. Sebab saya baca,
cewek senang kalau sewaktu dia orgasme, penis cowoknya berada
dalam-dalam di vaginanya.
Dan
benar juga kata buku, Thalia terlihat sangat puas. Begitu dia selesai
orgasme, beberapa menit kemudian selama penisku masih di dalam, terasa
spermaku masih mau keluar. Buru-buru saya cabut penisku dari vagina
Thalia dan Thalia langsung menyambutnya dengan kuluman yang hebat
sekali.
Sekali lagi spermaku langsung tumpah ke arah muka Thalia, sekeliling
bibirnya langsung dipenuhi dengan spermaku yang ternyata banyak sekali.
Sebagian cairan putih itu masuk ke mulutnya dan sebagian ada yang tumpah
ke payudaranya dan ke sprei.
Thalia memintaku untuk menjilat spermaku yang tumpah ke payudaranya
dan saya turuti. Lidahku menyapu sisa-sisa spermaku di payudaranya dan
Thalia terlihat benar-benar menikmatinya. Setelah puas, saya dan dia
langsung lemas dan langsung tidur sambil dalam keadaan polos sampai pagi
(tanpa berselimut).
Pagi-paginya dia sudah bangun dan nonton TV masih dalam keadaan
telanjang. Langsung tubuhnya yang indah itu saya tutupi dengan jaketku
supaya tidak masuk angin, dia menolak seraya berbisik,
“Wolf, lue hebaat sekali tadi malam. Baru lu cowok yang bisa muasin
saya. cowok yang lain yang pernah nidurin saya terasa hambar. saya
pengin lagi Wolf. saya pengin pagi dan malam selanjutnya kita terus
bertelanjang bugil dan main terus.
Kita cek out saja dari penginapan ini. Kita bilang ke anak-anak kalau kita ada urusan lain dan harus cepat pulang ke Bandung.
Terus
kita cek in ke hotel lain”. Ceriat seks di pantai lainay bisa anda baca
di kumpulanceritaseru.info Ternyata saya lebih gila daripada dia, saya
terima saja. Beberapa jam kemudian teman-temanku datang, saya langsung
pamit mau pulang sama Thalia.
Mereka percaya saja. Langsung deh kita cabut dan cek in di
penginapan yang jauh dari mereka. Dan pengalaman itu diteruskan di hotel
yang baru, siang malam saya dan Thalia mengadakan pesta seks tanpa
istirahat.