Ibu rumah tangga yang cantik sopan santun, pintar dan bekerja sebagai
karyawati namanya Ibu Aning, dengan suaminya yang religious, dimana
suatu ketika saat Aning pindah bekerja kehidupan aning berubah dia
menjabat sebagai EO manager di sebuah hotel berbintang lima di kotanya,
dengan penampilan yang manis seksi dia semakin sibuk kadang pulang larut
malam.
Didalam kehidupan social diHotel ada sebuah motto yang tak tertulis
bahwa semua orang seharusnya bantu membantu, apa bila orang pernah tidak
membantu satu bagian lain, otomatis suatu ketika dia akan kena batunya
sendiri karena tidak akan diperlakukan baik bila dia mendapat kesukaran
dikemudian hari.
Motto ini dipegang teguh oleh Aning, sejak kepindahaannya dari lain
perusahaan, yang benar-benar berbeda nafas dan warna usahanya; namun
dengan cepat Aning bisa mengikuti jalur permainannya.
Namun tak mengherankan juga, cara kehidupan yang begitu erat di
property Hotel itu akhirnya mereka juga saling menjalin kasih dianAning
mereka, entah itu orang dari Front house dengan Back house, manager
dengan waitress nya, ataupun chef dengan front office officernya;
walaupun, ada tertulis bahwa mereka tidak boleh saling melecehkan
pegawai, dalam arti pelecehan apapun termasuk sexuality.
Banyak pegawai menyebutkan bahwa Aning adalah seorang yang sexy,
menawan dan ramah, dengan kulit ‘fair’ rambut panjang serta ‘grooming’
selalu terjaga, tidak terlalu menyolok dalam berdandan, juga ringan
tangan. Mungkin hal ini karena dia dari Indonesia, yang terkenal dengan
ramah tamah dan berbudi bahasa halus.
Suatu saat pegawai Hotel dihebohkan dengan kejadian adanya
pemerkosaan dan pembunuhan sebelah kanan gedung property Hotel,
dilakukan oleh orang lokal yang memang tampang dan cara kehidupannya
agak menyeramkan bagi yang menemuinya, namun jumlah mereka tidak banyak,
dan makin memudar.
Dengan peristiwa itu, banyak wanita pekerja Hotel itu harus
di’escort’ sampai ketempat parkir atau pun tempat pemberhentian bis
dimana dia harus mengambil jalur bis menuju ke rumahnya masing2 di malam
hari, oleh siapa saja yang bertugas malam itu, bagian front office yang
laki-laki, terutama Security.
Tak berbeda dengan Aning, diapun mendapat perlakuan yang sama karena
sering kali dia harus selesai jam 22:00 atau 22:30. dimana kadang dia
hanya naik bis saya menuju ke suburb dimana dia tinggal.
Disuatu malam, karena Hotel memang sedang sibuk sekali Aning harus
pulang malam, Aning menelephone pada suaminya yang sudah dirumah.
“Nic, kerjaan aku belum selesai tuh, mungkin aku sampai agak malam karena harus keluarin leaflets dan brochures ini besok pagi?”
“Biar deh aku naik bus aja ntar kamu jemput di halte bis aja ya?”
“Uchh aku juga lagi nyiapin presentasi buat besok nih Tar, udah deh
bila aku udah ngantuk ya sampai ketemu ditempat tidur aja ya”, jawab
Nico.
“OK deh soalnya aku belum tahu sampai jam berapa aku selesai, I love you”
“OK I love you too, anak-anak udah pada belajar kok mereka udah mo pada bobo, udah ya muuacch!” kata Nico.
“Ya udah sampai nanti, Mmmuuachh”, sambut Aning dengan agak rasa kesal.
Aning meletakkan telephonenya dan mulai bekerja kembali menyelesaikan pekerjaannya yang menuntut penyelesaian malam itu.
Jam 20:00 dia turun keKantin untuk makan malam, banyak pria yang
menayakan akan keberadaannya dan menawarkan untuk panggil aja bila butuh
escort. Aningpun menjawab dengan ramah dan santai
Sambil memikirkan akan makan apa yang ada dikantin, karena kadang
membuat dia bosan juga makanan ala Hotel yang itu-itu juga, terasa
kurang rasa, tidak seperti di rumah makan Indonesia atau di warung makan
biasa. Akhirnya dia cuma makan cumi yang digoreng pakai tepung dengan
sayur mayur dan sedikit nasi goreng yang memang tinggal sedikit.
Aning tak menghiraukan lingkungannya selama makan, karena ingin cepat
kembali kepekerjaannya dan pulang tak terlalu malam, rupanya ada
seorang yang memperhatikan tingkah lakunya yang agak serius setengah
resah.
“Banyak kerja Aning?”
Aningpun menoleh karena kaget rasanya sangat familiar dengan suara itu.
“Oh ya, kok kamu Harry, kok makan sini sih, bukannya kamu harusnya udah pulang tadi 2 jam yang lalu.”
“Ya sama aku juga terjerat kerja nih besok ada Press Release”, kata “Deputy Executive Managing Director” ini menerangkan.
Selesai kerja, Aning pergi kebawah menuju keFront Office untuk minta
“escort”, kemudian seorang ditugaskan untuk mengantarnya sampai kehalte
bis menunggu sampai dia naik bis.
Namun tiba-tiba Harry menyahut dari belakang, “Biar saya saja yang mengantar Aning”
Maka Aningpun jadi tidak enak hati dan menjawab, “Gak usah deh Harry biar Peter aja yang menantarku, keluargamu menunggumu”
“Ya OK deh Peter, antar Aning kepemberhentian bis, jangan kamu pulang bila dia belum naik bis ya”, godanya.
Sampai dirumah, Nico telah mengorok diperaduannya, melihat anak-
anaknya udah lelap, kelihatan sangat suci sekali wajahnya dalam tidur
nyenaknya. Cepat Aningpun membersihkan diri dan masuk ke quilt menyusul
Nico tidur di malam spring yang agak sejuk itu. Mendekap Nico dari
belakang, berusaha melupakan kekesalannya terhadap Nico yang selalu agak
masa bodoh.
Segera terjatuhlah Aning tertidur, namun belum pulas sekali; Nico
merasa bahwa istrinya telah berada disampingnya, segera dia membalik dan
melucuti pakaian Aning, juga dirinya sendiri. Segera dia memasukkan
kemaluannya kedalam vagina Aning.
Walaupun Aning agak capek dari kerja masih terpejam matanya, dia tak
dapat mengelak perilaku suaminya yang memang tanpa permisi dan basa basi
bila ingin menyalurkan syahwatnya, pun pula tanpa “warming up” dan
cumbuan;
Nico langsung menancapkan kemaluannya dan memompanya sepuasnya,
bagaikan sebuah mesin sex yang lagi di”switch on”, semua getaran badan
Nico terasa dibadan Aning.
Belum juga Aning merasa mencapai pendakian birahinya, Nico telah
sangat memburu nafsunya dan deru nafasnya tak terelakkan, kemudian
keluarlah air many Nico dalam rahim Aning , creet, cret, cret. Aningpun
menjadi kaget, karena dia masih belum separoh jalan menuju ke puncak
pendakiannya dan masih harus berkonsentrasi akan rasa gesekan penis Nico
dalam relung kenikmatannya, namun Nico telah KO, dan lunglai di
dadanya.
Betapa jengkel dan kecewa hati Aning, akan perlakuan suaminya yang
selalu tak pernah memberikan kesempatan untuk berexpresi dan mendapatkan
kenikmatan bila mereka membuat cinta. Namun Aning harus menerimanya
dengan diam, karena telah beribu kali dia uAningkan untuk berbicara
mengenai hal yang satu ini, namun Nico, menjawabnya dengan masa bodoh
seolah, memang itu tanggung jawab wanita, sebagai pelampyas nafsu suami
titik.
Esoknya, Aning kembali bekerja dengan tekunnya, memang kebetulan
kamar kerja Aning berada agak pojok dan ngak banyak orang lalu lalang
karena memang kegiatannya yang membutuhkan ketenangan, dalam menghadapi
para langganannya.
Tiba-tiba pintu terbuka tanpa ketukan, ternyata, Harry yang masuk,
kontan kaget Aning akan kehadirannya, karena biasanya bila orang masuk
tentu mengetuk pintu terlebih dahulu. Matanya agak sayu dan langsung
menutup pintu kamar dan berkata,
“Aning, kau tentu tahu bahwa aku menyukaimu, bukan saja pinggul dan dadamu yang indah, namun perilakumu meruntuhkan imanku.”
“Kudambakan kelembutan wanita seperti kau, dan aku tahu, kau akan
mengimbangi deru cinta dan nafsuku Aning”, berkata begitu sambil menatap
mata Aning yang masih agak terperanjat namun juga sebagai kejutan,
karenanya darahnya berdesir kencang sewaktu tangan Harry menggapai
tanggannya, dan meremasnya halus.
Ditariknya tangan Aning lembut dengan tangan kirinya dan tangan
kanannya menggapai leher Aning dan menariknya mendekat di mukanya, dalam
sekejap bibir Harrypun telah menempel dibibir Aning dengan hangatnya.
Terasa, hangat dan bergetar bibir Aning menerima kenyataan indah ini,
sesaat Harry mendorong lidahnya dan memainkannya dirongga mulutnya
dengan aktif, sambil sesekali menekan dan menghisap liurnya.
Jantung Aning berdegup kencang, dan darah berdesir, keringat mulai
membasah, menerima kenikmatan. Hangatnya dekapan yang tak
disangka-sangka, membuat tubuhnya bergetar dan menggeridik bulu
kuduknya, dalam berpangutan hangat ini.
Akan tetapi, dirasakannya ada suatu halangan kenikmatan mereka,
karena mereka berciuman terpisahkan anAning meja tulis selebar 90
sentimeter. Maka bergesarlah Harry kearah balik meja dimana Aning
berdiri, dan langsung mendekatkan dirinya pada Aning dan mendekapkan
tangannya dipunggung Aning, kemudian merambatkan tangannya memegang
leher dibalik rambut Aning yang panjang sebahu. Diraba dan dielusnya
leher Aning dengan lembut, sambil bibirnya terus memangut bibir Aning
yang hangat.
Hampir lupa Aning bila dia dalam keadaan dinas; terhenyaklah mereka
ketika telephone berdering, serta merta Aning mendorong pelan Harry,
mengangkat telp dan menjawabnya setelah sesaat dikuasainya diri dan
emosinya sendiri.
“Event coordinator office, Aning speaking”
Ternyata yang telepon dari graphic designer bicara mengenai design
yang telah Aning setujui akan langsung di cetak, dan Aning
menyetujuinya.
Setelah selesai pembicaraan dengan graphic designer, Harrypun terus memegang tangan Aning lagi, dan mengatakan,
“Aning, jangan lari dariku lagi please, aku mencintaimu”
“Akan kuatur kebahagian kita bersama, will you accept this please”
Aning tak kuasa menjawab, hanya anggukan kepala dengan mata tak
berkedip memandang Harry, seolah cahaya kuat yang mempunyai daya tarik
yang besar menyedot dirinya hampir dia tak akan bisa melepasnya. Maka
Harry pun menegaskan sekali lagi.
“Aning, aku ngak puas dengan anggukanmu, katakan bahwa kau juga merasakannya!”
Akhirnya Aningpun berkata, “Ya Harry, akupun merasakannya dan akan kucoba memenuhi tuntutan jiwaku”
“Kuharap kau sabar Harry, atas kebingunganku ini, namun tak kupungkiri aku mencintaimu juga”
Harry segera menggapai tangan Aning sekali lagi dan mengelusnya sambil
mengecup bibir, kemudian meninggalkan ruangan untuk mengadakan “Press
Release”.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12:15 siang dan terasa Aning
butuh mengisi perutnya yang sudah mulai merengek minta dipenuhi, dan
diapun meninggalkan ruangan menuju ke kantin.
Aning tak banyak bercanda dengan sejawatnya, hanya sekedar basa basi
dan ketawa menyegarkan suasana. Sekembali Aning keruang kerjanya,
didapatinya surat tertutup yang ternyata dari Harry.
“Aning, temui aku jam 8 malam di paviliunku room 1431, thank you for your acceptance.”
Terasa berdesir darah menjadi cepat mengalir, terhentaklah jantungnya
bagaikan halilintar menjambar dirinya, tak kuasa menahan deru detak
jantung yang semakin mengencang, bingung rasanya apa yang akan diperbuat
nanti malam, dalih apa yang akan disusunnya untuk memberitahu Nico
suaminya.
Segera Aning memutuskan menelphone Marrisa ‘Executive Secretary’
di’executive Offce’, memberitahukan bahwa dia ada appointment dokter
siang itu dan akan kembali ke Hotel jam 4 sore untuk meneruskan
kerjaannya, yang menurut agendanya dia akan selesai dimalam hari.
Marrisa menjawab bahwa dia akan mencatat semua pesan-pesan yang masuk dari telephone untuknya.
Kepergian Aning sebetulnya hanya akan menjenguk Nico dikantornya dan
sambil minum kopi bersamanya sejenak, kemudian dia pulang bersama Nico
untuk bertemu dengan anak-anak, hampir satu setengah jam Aning bermain
dengan anak-anaknya,
Aning kembali keHotel lagi dan bekerja kembali. Sore jam 6 dia minta
“room service” untuk mengirim secangkir kopi kekantornya dan sedikit kue
supaya Aning dapat menghemat jam kerjanya untuk menyelesaikan
pekerjaannya hari itu.
Tepat jam 19:50 malam Aning berajak dan menutup pintu menuju ke atas lantai 14 no 31, dimana Harry sudah menunggu nya.
Setelah dia memencet tombol bel Harrypun membuka pintu, seraya mepersilahkan Aning masuk ke dalam Paviliunnya.
Kaget bukan kepalang ketika berhadapan dengan Harry, karena Harry
hanya mengenakan jas kamar dan menalikan sabuknya tidak kencang, jadi
sebagian paha atasnya yang berbulu kelihatan. Segera Harrypun menyadari
keadaan dan merangkul, membimbing Aning kedalam sambil membetulkan jas
kamarnya.
Segera, berkatalah Harry, “Aning kamu lelah, releks aja ya bersamaku
disini, jangan kau hiraukan penampilanku, saat ini, telah kusiapkan
dinner untuk kita berdua, maukah kau menemaniku malam ini?”
Aning menjawab, “Saya yakin ini bukan sebuah order dari atasanku,
namun aku datang untuk memenuhi komitmenku kepadamu, ya kita akan
bersama beberapa saat malam ini.”
Serta merta Harry menggapai dagu Aning dan segera menempelkan bibir hangatnya kepada Aning dengan penuh kasih dan emosinya.
Aning pun tak tinggal diam dan segera menyambut sapuan lidah Hari dan
menyedotnya dengan keras air liur Harry, dililitkannya lidahnya
menyambut lidah Harry dengan penuh rasa getaran birahi, serasa dia bisa
menghilangkan sekejap semua kekecewaan bathinnya akan sikap Nico
suaminya.
Setelah puas meraka bertautan merekapun berajak untuk makan malam.
Selama makan malam, mereka bukan hanya menceritakan pengalaman indah
dalam perkawinannya, namun juga kekecewaan dan himpitan dalam rumah
tangga mereka masing-masing.
Sesekali tangan mereka saling mengelus dan meremas; tak terasakan
lilin telah hampir tinggal separoh batang, habis terbakar oleh bara yang
romantis dan syahdu. Hampir jam 21:00 mereka selesai makan, Harrypun
kemudian masuk dan mengambil jas tidur wanita yang biasa disediakan
untuk tamu VIP, bahan dari silky warna kuning lembut pastel dan katanya,
“Aning, ganti ini yuk, nanti pakaian kerja kamu kusut loh”
“Boleh nggak kubukakan pakaianmu, sayang”
“Boleh Harry, tentu sekalian kau akan menyayangiku kan?”
“Ya Aning, gimana kalau kita pindah di kamar tidur saja”, seraya
digendongnya Aning dari ruang makan ke kamar tidur dan direbahkannya
tubuh molek itu di kasur.
Segera, Harrypun membalik badannya dan menuju ke Audionya memasang satu set lagu-lagu klasik,
“Serenade”, Hofstetter ciptaan Haydn, “Waltz of the Flowers” dari Peter
Tchaikovsky dan” The four Season: “Spring” dari Vivaldi, dimana
lagu-lagunya lembut namun ceria penuh gairah; sangat cocok untuk musim
spring, dimana saatnya setiap insan sedang enak-enaknya membuat cinta,
karena dunia pernuh warna dan hangatnya pas, nyaman sekali untuk semua
insan didunia.
Kembali Harry membalikkan badannya ke Tempat tidur, ternyata Aning
telah ganti pakaian dengan jas tidurnya dengan tidak ditalikan sabuknya,
terlihatlah bra yang transparan dengan “push up bra style”warna pastel,
memberikan kesan seakan payudara Aning hampir tumpah meluap keluar
lebih dari sepertiganya.
Tangan kiri Aning mengelus-elus payudara yang sebelah kiri yang masih
dibalut bra, sedangkan tangan kanannya membelai “pussy”nya yang
menyembul mendesak CDnya, karena Aning memang mengenakan celana “mini
high cut style”.
Melihat pemandangan yang mempersona itu, segera Harrypun menghampiri
Aning dengan deburan darah dan nafsunya, langsung menyambar bibir Aning
yang lembut dan hangat, dilumatnya bibirnya dan didorongnya lidahnya
untuk mencari lawannya didalam rongga mulut yang tak begitu besar itu.
Dan didalam sana ternyata sambutan hangat, agak liar telah siap
menari bersamanya didalam dan bertautlah keduanya dengan penuh nafsu
birahi.
Getaran jantung serta desiran darah Aning mengantarnya sampai kepintu
kenikmatan yang tiada berujung, semenAning tangan kanan Harry otomatis
mendarat disembulan hangat payudara sebelah kanan Aning yang segar;
dielusnya lembut, diselusupkan tanganya dalam bra yang hanya 2/3
menutupinya dan dikeluarkannya buah dada Aning, ditekan, dicarinya
puntingnya kemudian dipilin halus seraya ditariknya pelan. Dengan
perlakuan ini Aningpun melepas ciuman Harry dan mendesah, mendesis,
menghempaskan kepalanya kekiri dan kekanan.
Selepas tautan kedua bibir hangat itu, Harry menyapu dagu dan leher Aning, hingga Aningpun meracau menerima dera kenikmatan ini.
“Harry, getaran dalam tubuhku mendera sukmaku Harry, kenapa kudapatkan ini darimu bukan dari Nico”
“Harry, hantarkan aku mencapai awang-awang bersamamu, berikan aku kesempatan untuk menikmati bara cintaku denganmu Harry.”
“Aaachh shheesstt, aachh aachh”
Harrypun melepas kegiatan mulutnya.
“Aning, aku telah khawatir tadi bila kau akan lari dariku, telah lama kudambakan ini denganmu, aku mencitaimu Aning.”
“Mengapa baru kali ini aku bisa menggapaimu, jangan lagi kau pergi dariku”
Tangan Harry pun segera membuka kaitan branya yang ada di depan,
dengan sekali pijitan jari telunjuk dan Ibu jari sebelah kanan Harry,
segeralah dua buah gunung kembar indah itu menyembul keluar menikmati
kebebasan alam yang indah.
Segera ditempelkannya bibir hangat Harry pada buahdada Aning sebelah
kanan, disapu dan dijilatnya sembulan daging segar itu, secepat itu juga
merambatlah lidahnya pada puting coklat muda keras, segar menentang
keatas.
Dikulumnya puting itu dengan buasnya, sesekali digigit halus dan
ditariknya dengan gigi Harry. Adapun reaksi Aningpun semakin mengila,
mengerang dan melenguh, sambil mengangkat badannya seraya melepaskan Jas
tidurnya berserta bra yang telah dibuka Harry dan dilemparkannya
dikursi dekat tempat tidur tersebut.
Harry segera menyadari keadaan, dengan giat penuh nafsu Harry
menyedot buahdada Aning yang sebelah kiri, tangan kanannya meraba dan
menjalar kebawah sampai dia menyentuh CD Aning dan berhenti digundukan
nikmat yang penuh menentang segar keatas, segera dirabanya kearah
vertical, dari atas kebawah, yang ternyata ditemuinya sudah basah
lembab, tanda cairan birahi Aning telah tak tahan menahan dera
kenikmatan dari perlakuan Harry.
Segera Harrypun menurunkan CD Aning tersebut, mendorongnya dengan
kaki kirinya sampai jatuh ke karpet. Adapun tangan kanan itu segera
mengelus dan memberi sentuhan rangsangan pada memek Aning, yang dibagian
atasnya ditumbuhi bulu halus terawat dan dipangkasnya adapun dibagian
belahan memek dan dibagian bawahnya bersih dan mulus tiada berambut,
rangsangan Harry ini semakin tajam dan hebat hingga Aning meracau.
“Harry touch me please, touch me..”
“Harry make me fly, I want to fly with you darling, please.”
Harry segera membuka belahan gundukan tebal memek Aning, dengan dua
jari telunjuk dan jari tengah dibantu dengan Ibu jari nya untuk
menyentuh lebih dalam lagi mencari klitoris Aning; kemudian disapunya
dengan telunjuknya ke atas dan kebawah. Aningpun mengerang-erang kuat
tak bisa terkontrol.
Adapun mulut Harrypun segera menjalar kebawah menyambut klitoris yang
telah hangat dengan sentuhan jari telujuknya lalu dijulurkan lidahnya
menggatikan kegiatan jari tangannya, disapunnya klitoris yang semakin
membesar dan keras itu, ditekannya dengan penuh nafsu
Bagai serigala yang sedang yang mendambakan kenikmatan daging rusa
atau kembing muda, ataukah sang lebah yang ingin menghisap madu surga
dunia bersama Aning; sedang kegiatan tangan kanan Harry tetap melanglang
buana dalam lorong kenikmatan Aning menari didalam rongga yang gelap;
Aningpun mengelinjang dan teriak tak tahan menahan orgasmenya yang akan
semakin mendesak mencuat bagaikan merapi yang ingin memuntahkan isi
buminya; sambil terengah-engah Aning mendorong pantatnya naik, seraya
tangannya memegang kepala Harry dan menekannya kebawah sambil meracau.
“Harry, fuck me darling, please fuck me with your tongue”
Harry pun memindahkan tangannya dari relung kenikmatan Aning dan
digantikannya dengan lidah yang kuat dan digerakkannya keluar masuk
dianAning lembah kenikmatan dan relungnya; Aningpun menjerit menerima
ledakan Orgasmenya yang pertama, magmanya pun meluap menyemprot keatas
hidung Harry yang mancung.
“Harry aku keluaarr, aacchh Harry memekku berdenyut kencang, kiss me please kiss me darling..”
dan.. mengejanglah Aning beberapa waktu sambil tetap meracau.
“Harry kau jago sekali memainkan lidahmu dalam memekku darling,
Please kiss me, acch ini permainan indah Harry baru kali ini aku benar
mendapatkannya”
Harry segera bangkit mendekap erat, diatas dadanya Aning yang dalam
keadaan oleng menyambut getaran orgasmenya; diciumnya mulut Aning dengan
kuatnya, yang disambutnya oleh Aning dengan tautan garang, menyerang
lidah Harry dalam rongga mulutnya yang indah.
Tergoleklah Aning tak berdaya sesaat, Harrypun mencumbunya dengan
mesra sambil tangannya mengelus-elus seluruh tubuh Aning yang halus,
seraya memberikan kecupan hangat didahi, pipi dan matanya yang terpejam
dengan penuh cinta; dibiarkannya Aning menikmati sisa-sisa kenikmatan
orgasmenya yang hebat, juga memberi kesempatan menurunnya nafsu yang ia
rasakan, kemudian katanya,
“Harry kau memberikan aku kebahagiaan, tak pernah aku merasakan sentuhan laki-laki yang nikmat seperti ini.”
“Dengan Nico, aku lebih hanya menjalankan kewajibanku,
mempersembahkan badanku untuknya, dan tak mempunyai hak untuk
menikmatinya.”, dengan perasaan getir yang dalam Aning mengucapkannya.
“Sudahlah, jangan kau ucapkan lagi, kita nikmati saja kebersamaan
kita berdua, tak ingin rasanya keindahan ini terganggu dengan kekecewaan
yang melintas di benak kita masing-masing.”
Dengan sentuhan dan belaian Harry, Aning terbangkit gairah nafsunya
lagi, segera dia bangkit, di dorongnya pelah badan Harry yang berada
diatasnya, direbahkannya badan Harry disampingnya. Aning menundukkan
kepalanya di pipi Harry, dicium dijilatinya pipinya, menjalar
kekupingnya, dimasukkannya lidahnya kelobang kuping Harry, sehingga
Harrypun meronta menahan gairahnya;
Kemudian jilatan Aning turun kebawah sampai dipunting susu kiri Hari
yang berambut, dibelainya dada Harry yang penuh dengan rambut kecil,
sedang tangan kanannya memainkan puting yang sebelah kiri. Menggelinjang
Harry mendapat sentuhan yang menyengat dititik rawannya yang
merambatkan gairahnya itu, iapun mengerang, dan mendesah.
Kegiatan Aningpun semakin memanas dengan diturunkannya sapuan
lidahnya sembari tangan Aning merangkak ke perut dan dimainkannya lubang
pusar Harry sedikit ditekan kebawah dan kesamping, terus dilepaskannya
dan dibelainya perut bawah Harry akhirnya sampai kekemaluan Harry yang
sudah mengeras namun masih terbalut dc wana biru gelap.
Kemudian dibuka, dielus lembut dengan jemari lentiknya batang
kemaluan Harry, yang menentang ke atas berwarna kemerahan, kontras
dengan kulit Harry yang putih, kepalanya pun telah berbening air birahi.
Melihat keadaan yang sudah sangat menggairahkan tersebut, tak sabarlah
Aning; segera menempelkan bibir hangatnya kekepala kontol Harry dengan
penuh gelora nafsu, disapunya kepala kontol dengan cermat, dihisapnya
lubang air seninya, hingga membuat Harry memutar-mutar kepalanya
kekiri-kekanan dan mendongkak dongkakkan kepalanya menahan kenikmatan
yang sangat indah tiada Aning, adapun tangannya menjambak Aning.
“Aning kekasihku, dera nikmat darimu tak tertahankan, kuingin memilikimu seutuhnya Aning”
“Aning please berikan ini ditiap menit di kehidupanku jangan kau lari dariku sayangg, jangan kau lari dariku Tarraa”
Aningpun tidak menjawabnya, hanya lirikan matanya sambil
mengedipkannya satu kearah Harry yang sedang kelojotan, sukmanya terbang
melayang ke alam raya oleh hembusan cinta birahi yang tinggi, diiringi
lagu “The four Season: Spring” dari Vivaldi.
Adapun tangan Aning memijat dan mengocoknya dengan ritme yang pelan
dan semakin cepat, serta lidahnya pun menjilat seluruh permukaan kepala
kontol tersebut, temasuk dibagian urat yang sensitive bagian atas sambil
dipijat-pijatnya dengan penuh nafsu birahinya.
Sadar akan keadaan Harry yang semakin mendaki puncak kenikmatanya,
dan dia sendiripun telah terangsang, denyutan memeknya telah
mempengaruhi deburan darah ditubuhnya, dia lepaskan kuluman kontol Harry
dan segera dia memposisikan dirinya diatas Harry menghadap dikakinya,
dan dimasukkannya kontol tegang Harry dalam relung nikmatnya, segera
diputar memompanya naik turun sambil tekan pijatnya dengan otot vagina
sekuat tenaganya, ritme gerakannyapun ditambah sampai ke kecepatan
maksimal.
Harrypun teriak, semenAning Aningpun berfocus menikmati dera gesekan
kontol Harry, yang menggesek G-spotnya berulang kali, menimbulkan dera
kenikmatan nan indah sekali. Tangan Harrypun tak tinggal diam diremasnya
pantat Aning yang bulat montok indah, dan dielus-elusnya anusnya,
sambil menikmati dera goyangan Aning pada kontolnya akhirnya mereka
berdua berteriak..
“Aning aku tak kuat lagi.. berikan kenikmatan lebih lagi Aning, denyutan di ujung kontolku sudak tak tertahankan.”
“Kau pandai seperti kuda binalku, kau liar sekali Aning, kau membuatku melayang Aning, aku mau keluar!”
Lalu disuruhnya Aning memutar badannya menghadap pada dirinya dan
dibalikkannya Aning posisi tidur dibawah bersandarkan bantal tinggi dan
menaikan kedua kakinya dibahunya, Harrypun bersimpuh di depan memek
Aning, sambil mengayun dan memompa kontolnya dengan ritme yang cepat dan
kuat, karena tak tahan lagi Harry akan denyutan diujung kontol yang
semakin mendesak seolah mau meledak.
“Aning, please, let me release my valve, I am cumming, pleasee..”
“Tunggu Harry, orgasmeku juga mau datang sayang, kita sama-sama”
Akhirnya Creet, creet, creet, tak tertahankan bendungan Harry jebol
memuntahkan spermanya di vagina Aning, adapun bersamaan Aningpun
mendengus dan meneriaknan erangan nikmatnya; segera disambarnya bibir
Harry
Dikulumnya dengan hangat dan disodorkannya lidahnya dalam rongga
mulut Harry, seraya didekapmya badan Harry yang sama mengejang, basah
badan Harry dengan peluh menyatu dengan peluhnya, terkulailah Harry
didada Aning, sambil menikmati denyutan vagina Aning, yang kencang
menyambut Orgasmenya yang sangat nikmat, selama ini belum pernah ia
rasakan.
Dibelainya rambut Aning dengan penuh kasih dan sayang, dikecupnya dahinya.
“Honey, Thank you, I love you so much, I want to grow old with you, please don’t go away from me, you make me a’live again.?
Mereka bangun dan digendongnya Aning dikamar mandi dan di mandikannya
Aning dibawah shower dan disabuninya dengan lembut sebagai tanda terima
kasihnya dimalam itu. Segera berpakaian mereka kembali, kemudian
dihantarkannya Aning kerumah suaminya.
Ditemuinya Nico telah lelap di tempat tidur kembali dengan tenang dan
damai, secepatnya Aning berganti pakaian tidur, dan menyusul suaminya
masuk dalam quiltnya dan mendekap Nico.
Karena nikmatnya permainan cinta malam itu, Aning bermimpi indah, bersama Harry semalaman.
Sejak kejadian malam itu di pavilliun Harry, Aning selalu mendambakan
belaian Harry dan ingin selalu merasakan kemaluannya yang menggeliat di
dalam vaginanya, bila teringat hal itu Aning selalu menelan ludahnya
dan tak jarang dia melamun sejenak dalam kesibukannya, segera terhenyak
bila telephone berdering ataupun tersadar bila ia diburu dengan tanggung
jawabnya.
Jum’at malam ada sebuah event untuk sebuah Oil Company yang akan
merayakan “Hari Jadi” perusahaan tersebut, pesta ini mengikut sertakan
sebagian besar staffnya, jadi memang agak besarlah event yang akan
diaturnya untuk malam nanti.
Pagi-pagi dia sudah ke field, ruang pesta, dan menyiapkan segala
sesuatunya, kontak dengan dapur, mengenai makanan yang akan bergulir
untuk nanti malam. Suasana Hotel masih sepi belum banyak pegawai mulai
masuk terutama ‘waiters’nya; Aning ada di ruang ruang pesta sendirian,
di pantry mencheck untuk terakhir kalinya; tiba-tiba Harry telah
mendekapnya dari belakang dan mendaratkan ciumannya dileher Aning seraya
menelusuri dagu dan bersarang di bibir lembut Aning.
“Selamat Pagi gadisku, kuingin memuaskanmu disini, nikmatilah sayang kehadiranku.”
Secepat itu juga dinaikkannya Aning diatas “pantry”, bagaikan kilat
di perosotkannya CD Aning, kemudian mulut Harry telah bersarang di
gundukan nikmat Aning. Aning yang telah biasa dengan perilaku suaminya
Maka dia juga bisa menerima perlakuan Harry ini, maka Aning hanya
menghisap nafas dalam-dalam dan menahannya sebentar dan dihembuskannya
perlahan-lahan; Namun tentu saja dengan Harry mendapatkan sensasi yang
lain dan memang dia mengharapkannya perlakuan semacam ini ditiap detik
nafas dan hidupannya yang baru.
Dinikmatinya rasa indah di bawah sana sambil menggelepar dan
mengerang. Clitorisnya pun merasa semakin membesar dan vaginanya
berdenyut kencang tak tertahankan.
Tanpa dia sadari tangannya sendiri menggapai payudaranya dibawah
blazernya dan di remasnya, beberapa saat kemudian ditelusupkannya
tangannya kedalam bluse dan dirabanya puntingnya dan dipelintirnya
sendiri, nikmat sekali rasanya seakan membuatnya melayang-layang.
Setelah puas Harry menjilatin dan mengentot vagina Aning dengan
lidahnya, berdirilah dia dan menarik retsleting celana panjangnya dan
dikeluarkannya kemaluannya dari lubang CDnya.
“Aning, kukunci pintu besar itu jangan kuatir, kita making love disini Okay?
“Harry lakukanlah, entoti aku dengan gaya dan nafsu birahimu, aku akan menikmatinya”
Harrypun tersenyum dan menusukkan kontol yang tegang dan perkasa itu
kedalam vagina Aning yang sudah membasah melelehkan air nikmatnya,
karena menahan birahinya.
Sambil berdiri Harry mengentot, memompa kontolnya kuat-kuat dan penuh
birahi, sesekali badannya dibungkukkannya, untuk menggapai wajah Aning
yang tersenyum manis selama di entotnya. Geregetan rasa Harry melihat
wajah yang manis dan penuh gelora cinta di depan matanya. Aning sangat
menikmati hujaman kontol Harry dan sambil berkata,
“Harry, terus sayaang puaskan daku, ingin aku mati bersamamu dalam keadaan kau entoti aku begini.”
“Enak Harry enak sekali teruskan.. nikmat batang kontolmu menghentak-hentak ubunku Harryy, ngiluu Harry!”
Segera diangkatnya tubuh Aning.
“Aning pompa kontolku naik turun, kau tentu pandai mengerjakan buat sukmaku melayang bersamamu Aninga”,
Segera Aning digendong menghadapnya dengan kedua kakinya di pinggang
nya, serta tanggan Harry memegang pinggang Aning. Segera dikocoknya
badan Aning naik-turun, dan Aningpun ikut aktive melakukan permintaannya
sambil terus berfucus pada kenikmatan gesekan kontol Haryy, yang
membuatnya gilu geli menhujam seluruh tubuhnya hingga bergetar.
“Harry boleh aku keluaar?”
“Ya gadisku kita sama-sama, memekmu hangat menjepit, memilin kuat
kontolku, kontolku berdenyut mau keluar spermaku sayang, Oooh kau gadis
nakalku.. kau binall!”
Dan orgasmelah mereka berdua dengan rasa bahagia meliputi mereka.
Kemudian diletakkannya tubuh Aning di pantry kembali, sambil
melepaskan kontol Harry, digesernya badan Aning sejajar dengan pinggir
pantry, kemudian disodorkannya dimulut Aning, segara Aning mengerti
maksudnya dikulum dan dihisapnya kontol tegang itu sampai bersih
kembali.
Cepat-cepat mereka membersihkan diri di “wash basin” di”pantry” itu,
segera mereka merapikan baju mereka. Harry mendekap Aning, mencium
kening pipi dan mulutnya, sambil mengatakan:
“Kau sempurna, gadisku, kita nikmati hidup ini dengan sebaik-baiknya, seindah matahari bersinar setiap hari..”
“Adakah kamu menikmati permainan kita tadi Aning?” maukan kau menikmatinya ditiap kesempatan ada?”
“Ya Harry saya bahagia, dan menikmatinya ngentot denganmu darling”
Dikecupmya Aning sekali lagi dan mengucapkan selamat kerja, kemudian
ditinggalkannya Aning meneruskan pekerjaannya. Adapun Aning sendiri
merasa bahagia, nikmat, seolah ringan dalam tubuhnya, karena birahinya
tersalurkan baik dengan orang yang dia cintai, dia lalu mengerjakan
pekerjaannya dengan suka cita.
Selang dua hari kemudian, dipagi hari, jam 7 pagi Aning sudah ada
dikantornya, Aning mendapatkan SMS dari Harry, dimana Aning memang
sangat mengharapkannya.
“Datanglah ke lantai 9, aku sedang mencek kamar VIP untuk siang ini,
bawa set brochures yang untuk kamar 914, Housekeepernya kelupaan.”
Segera datanglah Aning kelantai 9 dan memberikan nya ke Harry, yang bertemu dilorong dekat kamar penyimpanan Linen Hotel.
Begitu melihat Aning datang, segera Harry membuka kedua lenggannya
dan menyambutnya dengan dekapan dan ciumannya dibibir hangat Aning.
Sadar akan keadaan, segera dibawanya Aning kekamar linen tersebut segera
dilanjutkannya melumat bibir Aning, sambil tangan kirinya meraba
pantatnya yang penuh, dan memerosotkan CD dan stokingnya
Ditariknya dengan kakinya supaya turun terus ke lantai. Segera
setelah itu, tanggannya pindah ke depan menggapai gundukan vagina Aning
yang sudah menunggu kenikmatan ciptaan tangan Harry. Tangan Aningpun tak
tinggal diam, dan dibukanya retsleting celana Harry dan segera
diturukannya semua termasuk celana dalam Harry secepat kilat.
“Aning, kita sambut pagi ini dengan ceria matahari pagi ya, Kita
making love disini, para ‘Housemaid’ belum datang, tenang saja kita OK.”
Aning meminta Harry untuk memindahkan kursi ini ke pintu, maka
dilakukannya perintah Aning, untuk memindahkan sebuah kursi didepan
pintu.
Dan dibukanya baju Aning semua dan juga Aning membuka baju Harry,
hingga mereka telajang bulat, tak selembar benangpun melekat pada tubuh
mereka. Harry memposisikan dirinya berdiri berhadapan dengan Aning, kaki
Aning sebelah kiri mengait kaki kanan Harry dan sebaliknya Kaki kiri
Harry mengait kaki kanan Aning, segera Harry menyelipkan penisnya dalam
vagina Aning, sambil tangan kiri mereka memegangi kaki kiri mereka yang
menepel di pantat mereka masing-masing.
Harry mengayun pantatnya kuat-kuat dan Aningpun menjepit, dan
mengerakkan vaginanya mengimbangi ayunan Harry, kenikmatan mereka daki
bersama, dengan dengausan dan erangan kecil-kecil dari mulut mereka
terlepaskan, dan dengan sepenuh tenaga,
Harry melaksanakan tugasnya dengan sempurna, hingga Aning mengerang
kuat mendapat orgasmenya. Aning merangkul Harry kuat-kuat sambil
memangut, dan menghisap liur Harry dengan garang penuh nafsu birahi.
Setelah reda emosi dan getaran seluruh tubuh Aning, dilepaskannya
semua posisi itu dan Harrypun minta Aning menungging dengan berpegangan
ditiang teroli linen yang terbuat dari kayu yang kuat dan besar itu.
Maka ditusukkannya penis merah Harry divagina Aning dari belakang, dan
digoyang-goyangkan berulangkali untuk mendapatkan posisi yang nikmat
untuk Aning,
Reaksi Aningpun segera merintih menikmati goyangan tersebut, dengan
goncangan penis Harry yang menggesek G-spotnya didalam sana, seolah ada
sesosok tubuh yang kuasa menarik dorong sukma nya dari ubun-ubun, Aning
pun mencengkeram tiang kayu itu sambil meracau tak menentu.
Kemudian dengan ayunan pasti penuh nafsu birahi dihujamkannya penis
tegang Harry itu berualang-ulang pada Vagina Aning, terasa Vagina Aning
melelehkan cairan kenikmatannya membuat derap penis Harry semakin lincah
menari didalam relung nikmat Aning.
Sungguh, nikmat yang dirasakan Aning, diapun mendongak-dongakkan kepalanya sambil meracau.
“Harry, enaak, Haarry teruskan aku sedang mendaki bersamamu sayang.”
“Hunjam memekku keras-keras, layangkan aku ke angkasa, biarkan aku mendapatkan orgameku yang indah lagi Harry!”
Harrypun semakin giat mendapat seruan Aning, di hentakkannya lebih
keras kontol yang keras itu di relung nikmat Aning dan akhirnya iapun
merasakan denyutan kepala kontolnya tak tertahankan lagi.
“Tarra aku dataang, nikmatilah ini, siapkah kau menerimanya?”
“Ya Harry, aku sudah siap, membungkuklah dan cium punggungku dan remas susuku Harry”
“Cepat lakukanlah aku akan orgasme aacchh sshhtt, Harry enak sekali aku sampai juga Harryy..”
Cepat otomatis, Hary membungkuk dan menciumi punggung Aning, meremas-remas payudara Aning dengan gairahnya yang memuncak.
“Tarra, achh aku keluarr, adduhh enak Aning!”
Sesudah selesai mereka orgasme, lunglailah mereka di kursi duduk dan saling berpangkuan.
Jam menunjukkan jam 8:20 am, telah 1 jam 20 menit mereka bermain
cinta di kamar linen lantai 9 tersebut; segera, diraihnya lipatan handuk
dari tumpukannya di troli kayu tersebut dan di bersihkannya badanya
dengan handuk itu,
Kemudian berpakain sebaik-baiknya dan mereka berpelukan kembali
mengucapkan selamat bekerja, lalu mereka membuang handuk kotornya ke
tube, supaya jatuh ke ruang linen di basement, kemudian mereka berpisah.
Aning cepat kekamar mandi wanita di lantai 3 dan cepat-cepat
membersihkan badannya di bawah shower, menyabun tubuhnya dan di
elus-elus lembut memeknya, sambil tersenyum sendiri mengenang nikmatnya
ngentot dengan Harry, terlupakanlah sedikit pedih kehidupan yang ada
dihatinya, hidup bersama suaminya Nico.
Dibilasnya dibawah shower tubuhnya, segera setelah itu berpakaian,
kemudian membetulkan “grooming” wajah dan rambutnya. Segera dia kembali
keruang kerja dikantornya, jam menunjukkan 8:50am, segera Aning memulai
pekerjaannya hingga selesai.
Adapun Harry berlaku sama hanya dia menuju ke Pavilliunnya dan mandi
lagi sebentar dan turun ketinggkat 5 di kantor Executive Office dan
menunaikan kerja nya kembali dengan aman dan damai. Hari itu sangat
indah baginya dan harapannya untuk ngentot dengan Aning selalu menjadi
obsesinya disetiap harinya.
Event week end mendatang ada penyelenggaraan ‘Grand Prix’ di kota
itu, Hotel penuh dari pertengahan minggu sebelumnya, sebagian staff
dapur dan para waiter/waitress dikonsentrasikan kelapangan diweek end
itu, dengan membuka dua tenda atas nama Hotel disekitar lapangan pacuan
itu; karena banyak para Businesman/woman, dan paraa Celebreties
menyaksikan balap mobil Formula 1 itu.
Sebagian besar lagi para waitres/waitress dikonsentrasikan untuk
event malam hari di restaurant-restaurant diproperty hotel, adapun siang
hari memang agak lengang suasana di Hotel. Karena Kebetulan ‘General
Manager’nya tugas turun kelapangan, maka Harry ditugaskan incharge
didalam property Hotel tersebut.
Kesibukan Aning sudah agak menurun, karena biasanya kesibukan Aning
memuncak sebelum event berlangsung. Saat yang indah itu, dimanfaatkan
mereka berdua saling mengirim SMS, Harrypun datang kekantor kerja Aning,
yang berada di pojok itu, segera ia mengunci pintu kantornya dan
diraihnya Aning dengan buasnya kemudian dilucutinya baju bawahnya, semua
tanpa kecuali, dan diangkatnya Aning dimeja kerjanya lalu didudukkanya
diatas meja kerja, segera dijilatinya memek hangatnya dengan lahapnya.
Aning memejamkan matanya, sambil berpegangan kepala Harry menahan
serentetan kenikmatan dan denyutan memeknya yang sangat luarbiasa
sensasinya; maka digoyangkannya pantatnya sambil duduk, mengharapkan
dera dan tusukan lidah Harry untuk segera menggapai dinding dalam
rahimnya,
Aning mendorong-dorong kepala Harry supaya masuk jauh kedalam
selangkangannya. Sambil mengerang, ia menjepit kepala Harry karena dia
mendapat Orgasmenya di pagi itu. Harry bangun dari selangkangan Aning
setelah Aning mulai merenggangkan selangkangannya dan segera
mendekapnya, diciuminya Aning dengan nafsunya yang membara bersama
asmaranya menutupi semua perasaan yang ada di pagi itu.
Setelah Aning pulih kembali, dibiarkan dia merebahkan dirinya di meja
kerjanya, selang beberapa menit, segera diturunkannya celana Harry,
sambil berdiri dijulurkannya kontol tegangnya pada klitoris Aning,
dimainkannya lagi klitoris itu dengan kontolnya, hal ini menimbulkan
gairah Aning kembali menyelubungi tubuhnya.
Setelah Aning menggeliat dan melelehkan getah bening memeknya,
Harrypun menusukan kontolnya dalam Vaginanya, segera dipompanya dengan
ritme pelan dan kemudiaan cepat, di tariknya lagi, diam sejenak dan
dihujamkannya lagi dengan kuat.
Aning belingsatan dan mendongkak-dongkak kembali dan
digoyang-goyangkannya kepalanya kekiri dan kekanan sambil giginya
menggigit bibir bawahnya dengan kuat untuk menahan dera nikmat yang
sangat dia inginkan tiap harinya. Sampai akhirnya Harry mengatakan akan
mencapai ejakulasinya, ingin mereka menuangkan sama-sama, dan mereka
selesaikan kenikmatan itu dengan sempurna,
Muncat tiga kali sperma dalam rahim Aning, segera dicabutnya kontol
Harry, diputarnya badan Aning kepinggir meja dan disodorkannya kontol
Harry kemulut Aning, segera Aning membuka mulutnya dan dikulumnya kontol
Harry yang tegang merah, sedang memuncratkan spermanya langsung dalam
tenggorokannya, segera ditelannya semua sperma itu, lalu dijilatinya
kontol Harry dengan penuh kasih sayang. Setelah selesai session itu,
mereka segera merapikan diri dan bekerja kembali.
Jam 11 siang, Aning telephone Marissa mengatakan akan ke dokter lagi,
dan Marissa pun akan menolongnya mencatat pesan untuk Aning. Namun
sebetulnya Aning hanya naik ke tinggkat 14 kamar No 31, di Paviliun
Harry, disana Harry telah menunggu nya, setelah Harry berpesan ke
Marissa bahwa dia akan pergi kelapangan balap selama 3 jam, kontrol
keadaan di sana.
Segera setelah Aning Masuk ke Paviliun, tak sabar lagi Harry
menggendong Aning di kamar mandi dan melepas semua bajunya, untuk mandi
bersama. Setelah mereka telanjang dimasukkannya Aning dalam bathtub,
Harry berdiri dipinggir bathtub, di mintanya Aning menyepong dan
mengelus-elus kontolnya,
Maka di elusnya buah zakar Harry lalu dikulum, dijilatnya dengan
lidah nakal Aning, dimain-mainkannya dalam mulutnya, Harry mengerang
kuat-kuat sambil matanya dipejamkan. Kemudian dirambatkannya lidah Aning
kebatang kontol Harry, sambil menyapu dan menyedot seluruh batang
kontol Harry, tangan Aning memilin dan memainkan buah zakarnya yang
mengecil.
“Aning, kamu nakal, kamu menggodaku, kulumlah Aning kepala penisku itu, mainkanlah dengan lidah yang nakal itu..”
Diturutinya kemauannya, di kulumnya kepala Panis Harry, dan dimainkannya lidahnya dilingkaran kepala Panis yang menyembul itu.
“Aaacchh Aning, manisku, kau jalang, kau binal.. kau gadisku, kau milikku Aninga, kau selalu memuaskanku Tarra..”
Aning pun melepaskan kulumannya, dan minta dicium mulutnya dengan mulut lembutnya Harry.
“Harry kiss me darling, I need you always, I want to be with you always darling.”
Ditariknya pelan Harry kedalam air dan segera menduduki kontol yang
keras itu dan menyelipkannya dalam vaginanya, sambil dia mendongkakkan
kepala kearah belakang diayunkannya badannya, memompa penis Harry, dan
Harry, memegang pinggang dan punggung belakang Aning menjaga supanya tak
terbalik jatuh ke belakang. Sebagai, dewi amor sedang mengamuk Aning
melonjak-lonjak memompa penis tegangnya Harry hingga pendakian birahinya
mencapai puncaknya dan Tarrapun orgasme lagi.
Harry mengangkat Aning, dibalikkannya badan Aning supaya dia tiduran
menungging releks dalam bathtub, kemudian dia tusuk dan pompa memek
Aning dari belakang sambil Harry menekuk lututnya dalam air tersebut.
Aning mengerang lagi, diiringi dengusan nafas Harry yang memburu,
terus penis Harry menghujam dan menari didalam relung nikmatnya Aning
dengan bebasnya, erangan dan raugan mereka berdua tak bisa dihindarkan
dan akhirnya mereka mencapai orgasmenya yang kesekian kalinya dihari
yang indah itu.
Mereka mandi bersama dan menguyur badan bersama, setelah puas mereka
mengeringkan badan mereka dan beranjak ke tempat tidur. Melihat badan
Aning yang masih telanjang itu, Harry ingin mencumbunya lagi,
didorongnya Aning ketempat tidur, dan direbahkannya dia, dengan kaki
masih menjutai dipinggir tempat tidur.
Dimasukkannya lagi kontolnya walau belum tegang sepenuhnya, dan
digoyang-goyangkannya terus menerus, sampai benar-benar keras, didalam
liang vagina Aning, kemudian dihujamkannya kencang-kencang kontol buas
itu pada memek Aning yang kenyal, sempit menghimpit dan berdenyut di
dalam.
“Aning biarkan aku biadab, menuruti nafsu binatangku kepadamu, kaupun
akan merasa bahagia dengan perlakuanku ini, katakan bila kau tak
menyukainya.”
“Harry lakukanlah, kau wild dan aku menyenanginya, kuingin kontolmu
nyelip disana terus dimanapun aku pergi, dari pagi sampai petang, akan
ku pilin dan kupijit dengan denyutan memekku terus menerus Harry!”
“Harry aku bosan memakai dcku akan kuganti pakai kontolmu saja didalam sana untuk menutupi memekku”
Harry memejamkan matanya, sambil menjawab, “Heemm, Aning, kau benar-benar binaall!”
Aning, merasakan keindahkan making love dengan Harry, sukmanya
menari, seiring deburan darah dan detup jantungnya setiap kali ia
mendapatkan hujaman kontol Harry; ngilu, geli, seribu rasa ada dalam
tubuhnya seakan ia melayang-layang dialangit yang biru tiada berbatas;
hingga sampai saatnya terasa ia akan orgasme lagi.
“Harry aku siap, magma didalam akan segera meledak Harry, berikan spermamu didalam sana”
“Okey Tarra, aku dattaangg segera”
Ddan Creett, creet, creet, sempurnalah pergumulan mereka disiang hari
itu. Maka robohlah Harry di badan Aning, dengan penuh peluh di badan
dan kepalanya..
Mereka tertidur selama 1.5 jam, kemudian mereka membersihkan diri
lagi, berpakaian kembali. Aning keluar dari Paviliun Harry dengan
sebelumnya mengecup bibirnya mengucapkan selamat siang dan selamat kerja
lagi.
Hari itu Aning pulang sore, karena merasa capek sekali seharian
ngentot bersama Harry, dijalan dia membeli makanan kesukaan Nico dan
anak-anak. Sesampai dirumah mereka makan malam dan main dengan anak-anak
sebentar, dan setelah bercakap-cakap dengan Nico, dibahasnya semua
masalah rumah tangga sehari itu, kemudian menyuruh anak-anak tidur.
Sedang Nico menggandeng Aning masuk kedalam kamar dan meminta jatahnya yang dua hari tidak didapatkannya dari Aning.
Dalam hati Aning mengeluh, “Mati aku hari ini, sekian kali aku harus
mengentot, memekku sudah terasa lelah sekali”, namun sekali lagi ini
kewajiban, tak bisa ditolaknya permintaan Nico.
Segera, Nico melucutinya, dan merebahkan Aning di tempat tidurnya,
secepat itu juga Nico menghunjam memek Aning, mulailah “mesin sex”
tersebut menderu sejalan dengan derap birahi Nico.
Puas Nico, menghujam tanpa perasaan dari depan, dibalikkannya Aning
supaya menungging, dan di hujamkannya kontol ngaceng Nico dari belakang,
tak lama kemudaian dia sudah memuncratkan sperma birahinya di dalam
rahim Aning, tanpa harus mengimbangi perasaan Aning, dalam usahanya
mendaki birahinya untuk sama-sama menikmati cinta suami istri yang
sedang memadu kasih, dengan cara yang terdalam, yakni ngentot.
Kembali kecewa dalam hati Aning, dan benar-benar kesal akan perilaku
Nico, yang selalu sepihak dalam menunaikan tugasnya sebagai suami. Sedih
sekali perasaan Aning, namun sekali lagi dia tidak bisa mengelak dan
protes kepada Nico suaminya.
Esoknya, Aning kembali bekerja, dia mendapat e-mail dari sebuah
perusahaan Garment dari designer terbaik di negeri itu, dimana mereka
akan mengadakan pameran dan peragaan dalam Hotelnya, kira-kira 10 hari
mendatang. Aning segera menyiapkan segala sesuatunya untuk
penyelenggaraan pameran dan peragaan pakaian elite ini.
Setiap sore Aning harus tinggal sampai agak larut, menyusun brochures
dan undangan kepada orang-orang yang pantes diundang dan
penyelenggaraannya. Harrypun harus juga mendorong dan mendukung usaha
Aning dalam hal ini, maka kebersamaan mereka tak ada yang mencurigai.
Sering Aning tinggal di Paviliunnya, dan mencari tanda tanggannya
Harry; bila Harry bilang mau mengerjakannya di pavilliun, dan Aningpun
harus datang, walau akhirnya mereka berdua selalu melampyaskan hasrat
birahinya di paviliun itu.
Di suatu hari Sabtu, Aning mengatakan ke Nico bahwa dia akan masuk
kerja, ada kerjaan yang tidak selesai. Namun setelah dia kerja sejam di
kantornya, Harry memanggilnya. Setelah Aning berada di Paviliunnya,
sambil minum teh bersama, Harry mengeluarkan amplop tak tertutup
diberikannya kepada Aning.
“Aning, aku sangat mencintaimu, aku ingin juga sedikit memiliki cinta kepada anak-anakmu”
“Ini tanda cintaku pada anak-anakmu, karena aku tentunya tak bisa
memeluk dan menggapainya, Depositkan uang ini untuk sekolah anak-anakmu”
“Jangan sekali-kali kau pakai, kau akan mendapatkan bagiannya sendiri dariku”
Terperanggah Aning akan kata-kata Harry, dan melelehlah air matanya.
“Harry, apa artinya semuanya ini, akankah kau meninggalkan aku?”
“Aning, Jangan kau berburuk sangka padaku, kau adalah gadis binalku selamanya.”
“Tak akan kutinggalkan dirimu akan selalu kuusahakan yang terbaik
untukmu, untuk kita selalu saling memiliki”, maka diciumnya bibir Aning
dan dihapusnya air matanya.
Kembali mereka berpangutan, dan diteruskan seharian ngentot berdua
diruang tamu setelah minum teh, di dapur sambil memasak, karena Harry
dan Aning senang memasak.
Mereka mempunyai tekad menjalani cinta dan kebahagian mereka, mereka
tuai dalam “Rumah Besar” sambil melupakan kepedihan hidup dalam
keluarganya masing-masing, sampai waktu dan umur memisahkan mereka.